Thursday, 19 December 2019

Semur jengkol empuk dan tak berbau, ini dia rahasianya!



Holla pembaca setia! Sudah sepekan berselang, saatnya saya launching artikel dan resep. Kali ini saya akan menuliskan rahasia semur jengkol empuk dan tak berbau. Ada banyak versi sebetulnya. Tapi saya punya versi sendiri yang sudah teruji.

Di Cilacap, jengkol sedang murah-murahnya. Sekilo jengkol cuma lima belas ribu rupiah. Kabar baik kan buat emak-emak hemat pecinta jengkol seperti saya. Sebelum saya membocorkan rahasia semur jengkol empuk dan tak berbau, alangkah baiknya kalau kita perlu tahu kandungan nutrisi jengkol. Jadi manfaatnya tidak hanya sebagai penambah nafsu makan dan pewangi toilet ya.

Kandungan nutrisi jengkol terbanyak itu karbohidrat dan protein. Wow protein? Dan lebih wow lagi, kandungan protein pada jengkol melibihi kandungan protein pada tempe. Dalam 100 gram jengkol mengandung 23,3 gram protein, sedangkan pada tempe dalam 100 gram mengandung 18,3 gram protein. Selain itu jengkol juga kaya akan vitamin A, B, dan C. Tak hanya itu, jengkol juga mengandung kalsium dan fosfor yang baik untuk tulang tentunya.

Setelah tahu kandungan nutrisi jengkol, makin jatuh cinta gak sih? Yang masih anti jengkol karena dapat menyebabkan bau mulut perlu banget nih baca rahasianya dengan seksama. Oke, gak pakai lama. Rahasia jengkol empuk dan tak berbau itu pada proses pengolahan sebelum dimasak.

Ada dua tahap pengolahan jengkol agar empuk dan tak berbau. Tahap pertama, perendaman. Dalam merendam jengkol tidaklah singkat, paling tidak tiga malam. Agar baunya tak lagi menyengat tambahkan satu sendok makan bubuk kopi hitam kedalam rendaman. Perbandingan takarannya yaitu satu sendok makan bubuk kopi untuk setengah kilo jengkol ya. Ingat, ganti air rendaman setiap sore atau pagi.

Tahap kedua, rebus setengah kilo jengkol dengan 7 lembar daun salam. Rebus hingga empuk. Supaya lebih empuk lagi, seusai direbus gepuk jengkol agar bumbunya meresap. Jika sudah melewati dua tahap tersebut, jengkol dapat dimasak sesuai resep. Masih penasaran gak sama resepnya? Simak ya resep dibawah ini.

Bahan:
1/2 kilo jengkol tua
2 siung bawang putih (me: kating)
1 kemiri
1 sdt merica
3 siung bawang merah
Gula jawa secukupnya
Kecap manis
Garam
Kaldu bubuk
7 lembar salam
3 sdm kopi bubuk
Air
Minyak

Cara memasak:

  1. Rendam 1/2 kilo jengkol dengan larutan 1 sdm kopi hitam. Redam selama tiga malam. Ganti air rendaman tiap pagi/ petang.
  2. Rebus jengkol, beri daun salam. Rebus hingga empuk. Tiriskan.
  3. Gepuk jengkol satu per satu.
  4. Haluskan bawang putih, kemiri, merica.
  5. Iris bawang merah. Tumis bawang merah hingga harum, masukkan bumbu halus. Tumis hingga harum.
  6. Tambahkan gula jawa dan air secukupnya. Masukkan jengkol.
  7. Beri garam, kaldu bubuk, kecap. Masak hingga air susut dan bumbu meresap. Koreksi rasa.
  8. Angkat dan sajikan.
Usahakan memilih jengkol yang betul-betul sudah tua agar rasanya semakin nikmat dan empuk. Beri garam secara bertahap agar saat kuah menyusut rasa tidak berubah semakin asin. Bubuhi sedikit saja, saat koreksi rasa bisa ditambahkan lagi jika kurang asin. Mudah bukan? Selamat mencoba, semoga bermanfaat.






Artikel Terkait

Semur jengkol empuk dan tak berbau, ini dia rahasianya!
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 comments

24 December 2019 at 22:35 delete

Menggoda jengkolnya, tapi sayang ga bisa makan jengkol. Huaaaaa

Reply
avatar
24 December 2019 at 23:12 delete

Hihiii masakin buat keluarga aja mbk

Reply
avatar